Di dalam industri manufaktur suatu perusahaan terdapat daftar kebutuhan yang harus dipenuhi  untuk melakukan proses produksi yang dinamakan Bill of Materials  seperti komponen atau barang untuk kebutuhan proses atau manufaktur untuk memenuhi kebutuhan perusahaan, daftar barang tersebut dapat di sesuaikan dengan jumlah kebutuhan produksi yang akan dibutuhkan untuk menghasilkan barang jadi atau setengah jadi sesuai yang dibutuhkan oleh perusahaan tersebut.

Pada industri manufaktur dalam skala besar, seperti perusahaan elektronik seperti Handphone mempunyai struktur komponen seperti baterai, speaker, tombol, lampu, layar mini dan lain sebagainya. Di sini peran Bill Of Materials adalah mengontrol dan mendaftar komponen – komponen tersebut yang selanjutnya digunakan untuk menentukan harga jual produk yang akan di jual, maksudnya masing-masing komponen yang telah dibeli dengan harga tertentu, perusahaan dapat mengambil keputusan berapa harga produk jadi yang telah dirakitnya akan dipasarkan.

Dalam pembuatan bill of material memiliki teknik untuk membentuknya, adapun komponen-komponen yang terdapat atau indikator apa saja yang harus di ketahui sebelum pembuatan bill of material:

  1. Menentukan tipe atau jenis bill of material yang sesuai dengan produk yang akan di buat.
  2. Data-data valid yang akan di gunakan sebagai referensi dalam pembentukan bill of material.
  3. Pahami dan kuasai sistem atau aplikasi yang di gunakan untuk pembuatan bill of material (contoh aplikasi : SAAP, IFS, Aplikasi berbasis Web base, dan lain-lain).
  4. Tentukan penomoran sebagai pengganti kode suatu barang atau gambar, biasanya setiap  perusahaan memiliki format khusus dalam penomoran kode barang.
  5. Pahami dan kuasai struktur level komponen / barang  sebelum di bentuk.
  6. Pahami dan kuasai proses  yang terdapat di dalam suatu komponen. (contoh : welding proses, painting proses, machining proses dan lain-lain)
  7. Tentukan dan identifikasi item / barang sesuai fungsinya (contoh : barang di beli atau tidak dibeli, barang di perlu di proses atau tidak di proses dan lain-lain).
  8. Lakukan validasi setelah terbentuk dengan melakukan pengecekan.
  9. Lakukan pengecekan berkala untuk memastikan bill of material benar.
Baca juga :  Pengertian Arsitektur Enterprise

Berbagai macam definisi BOM

  1. Sebuah daftar jumlah komponen, campuran bahan, dan bahan baku yang diperlukan untuk membuat suatu produk. BOM tidak hanya menspesifikasi produk tapi juga berguna untuk pembebanan biaya dan dapat dipakai sebagai daftar bahan yang harus dikeluarkan untuk karyawan produksi atau perakitan.
  2. Sebuah daftar jumlah komponen, campuran bahan, dan bahan baku yang diperlukan untuk membuat suatu produk.
  3. Sebuah daftar hierarki dari material (component, subassembles, ingredent.) yang dibutuhkan untuk memproduksi sebuah produk, menunjukkan jumlah setiap item yang dibutuhkan. Informasi-informasi lain mungkin juga dimasukkan dalam BOM untuk planning dan costing.
  4. Sebuah daftar dari komponen-komponen yang menyusun sebuah sistem. Contohnya, sebuah BOM dari sebuah RUMAH terdiri dari semen, balok, kayu, atap, pintu, jendela, listrik, pemanas dkk. Setiap subassembly juga terdiri dari sebuah BOM; sistem pemanas disusun dari perapian, salutan pipa, dll.
  5. Dokumen yang digunakan oleh sebuah perusahaan manufaktur atau bisnis lainnya untuk meminta material dari inventory yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan konsumen. BOM menunjukkan spesifikasi dari setiap item dan ‘wakil’ dari perusahaan kepada pelanggan. Penghasil industri barang dan bahan mentah dapat mendapat mengetahui kebiasaan
    membeli pelanggan-pelanggannya dari informasi-informasi dalam BOM. BOM juga digunakan untuk keperluan accounting dengan tujuan untuk mengkalkulasi harga dari produk yang dibuat.

Modul Bill of Material

  1. Bahan langsung (direct material)
    Adalah bahan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari produk jadi dan dapat ditelusuri secara fisik dan mudah ke produk tersebut. Contoh ATAP untuk membuat sebuah rumah.
  2. Tenaga kerja langsung (direct labour) / tenaga kerja manual (touch labour)
    Digunakan untuk biaya tenaga kerja yang dapat ditelusuri dengan mudah ke produk jadi. Contoh biaya untuk tukang kaca
    dalam membuat sebuah rumah.
  3. Biaya overhead pabrik (manufacturing overhead)
    Biaya overhead mencakup semua biaya produksi yang TIDAK termasuk dalam bahan langsung dan tenaga kerja langsung. Biaya overhead termasuk biaya bahan tidak langsung, tenaga kerja tidak langsung, pemeliharaan dan perbaikan, dsb.
Baca juga :  Jajaran Eksekutif Perusahaan CEO, COO, CMO, CFO, CTO, CSO, CCO, dan CKO

Struktur BOM

  1. Struktur standar (tree structure/pyramid structure)

Subassemblies lebih banyak dibandingkan dengan produk akhir dan komponen lebih banyak daripada subassemblies. Hanya sedikit jumlah produk akhir yang dibuat dari komponen-komponen penyusunnya. Produk akhir ini disimpan dalam stok untuk pengiriman.

2. Struktur Modular (bourglas structure)

Subassemblies/modular lebih sedikit dibanding produk akhir dan komponen lebih banyak daripada subassemblies. Dalam stuktur modular banyak produk akhir yang dibuat dari subassemblies yang sama kemudian disimpan untuk assembly untuk memenuhi pesanan pelanggan.

3. Struktur Inverted

Subassemblies lebih sedikit dibanding dengan produk akhir dan jumlah komponen dan bahan baku lebih sedikit dibanding dengan subassemblies. Dalam struktur inverted banyak produk akhir dibuat dari sejumlah raw material yang terbatas berdasarkan pada pesanan pelanggan.

Manfaat BOM

  1. Sebagai alat pengendali produksi yang menspesifikasikan bahan-bahan kandungan yang penting dari suatu produk (bahan-bahan mentah dan komponen), pesanan yang harus digabungkan dan seberapa banyak yang dibutuhkan untuk membuat satu batch
  2. Untuk peramalan (forecasting) barang yang keluar masuk dan inventori maupun transaksi produksi dan bisa menghasilkan pesanan-pesanan produksi dari pesanan pelanggan
  3. Menghitung berapa banyak yang dapat diproduksi berdasarkan segala keterbatasan sumber daya yang ada pada saat kita ini. Apabila sumber daya yang ada tidak mencukupi, sistem dapat menghitung lagi berapa sumber daya yang diperlukan sekaligus membantu dalam proses pengadaan barang. Ketika hendak mendistribusikan hasil produksi, sistem juga dapat menentukan cara pembuatan dan pengangkutan yang optimal kepada tujuan yang ditentukan pelanggan. Dalam proses ini segala aspek yang berhubungan dengan keuangan akan tercatat dalam sistem tersebut termasuk menghitung berapa biaya produksi.
  4. Menjamin bahwa jumlah bahan yang tepat telah dikirim ke tempat yang tepat pada waktu yang tepat.
Baca juga :  Kelebihan dan Kelemahan Javascript

Planning BOM

Untuk keperluan peramalan dan perencanaan digunakan pendekatan Planning terhadap struktur produk atau BOM sehingga dikenal dengan adanya Planning BOM. Planning BOM adalah suatu pengelompokkan pembuatan dari item-item dan kejadian-kejadian dalam format BOM. Planning BOM tidak menggambarkan produk aktual yang akan dibuat tetapi menggambarkan produk bayangan (pseuda product) atau produk gabungan (composite product) yang diciptakan untuk:

  1. Memudahkan dan meningkatkan akurasi peramalan penjualan
  2. Mengurangi jumlah produk akhir
  3. Membuat proses perencanaan dan penjadwalan menjadi lebih akurat
  4. Menyederhanakan pemasukan pesanan pelanggan
  5. Menciptakan sistem pemeliharaan dan penyimpanan data yang lebih efisien dan fleksibel
  6. Melakukan penjadwalan tingkat dua

Tujuan Planning BOM

  1. Mengijinkan perencana untuk memenuhi tujuan-tujuan operasional maupun non operasional lainnya
  2. Memudahkan penjadwalan produksi induk (MPS) atau perencanaan material (MRP)
  3. Pendekatan planning BOM akan efektif apabila terdapat perubahan proses yang meningkat dan lingkungan yang kompetitif serta dinamik.
Materi Sistem Informasi Enterprise.

Image source : https://www.dreamstime.com/

0 CommentsClose Comments

Leave a comment